Surabaya, (Tagar 16/7/2018) – Ada sesuatu yang lain dari Persebaya Surabaya dan PSMS Medan jelang berakhirnya putaran pertama kompetisi sepak bola Liga 1 Indonesia 2018. Dibukanya kran transfer pemain, mendorong Persebaya menambah dua pemain berstatus pinjaman dari Madura United, yakni Raphael Maitimo dan OK John.

Kedua pemain berstatus WNI itu sudah bergabung. Bahkan Maitimo dan OK John, Senin (16/7), sudah dijadwalkan ikut berlatih bersama Rendy Irwan dan kawan-kawan menyongsong pertandingan melawan PSMS Medan.

Pelatih “Bajul Ijo” Angel Alfredo Vera mengatakan, kehadiran Maitimo menjadi solusi lini serang pada pertandingan-pertandingan Liga 1. “Maitimo punya kemampuan untuk menambah kekuatan tim di lini tengah dan depan,” ujar Angel Alfredo Vera di Surabaya, Senin (16/7).

Kehadiran Maitimo dan OK John diharapkan mampu mengangkat performa Persebaya yang sampai 14 pertandingan berada di peringkat 12 dengan koleksi 19 poin. “Maitimo pemain bagus, sama seperti pemain Persebaya lainnya. Dia bisa bantu tim,” ucap pelatih asal Argentina itu.

Adapun OK John, lanjut dia, diplot membantu pertahanan Persebaya yang mengalami krisis akibat cederanya sejumlah pemain belakang. Muhammad Syaifuddin cedera lutut dan Andri Muliadi sempat dilarikan ke rumah sakit saat laga kontra Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Rabu (11/6).

“Kami membutuhkan pemain berpengalaman seperti OK John, terutama membantu lini pertahanan,” kata Alfredo Vera seperti dikutip Antara.

Memang, melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Rabu (18/7), Alfredo Vera belum memastikan apakah menurunkan kedua pemain barunya itu atau tidak. Namun, lini serang tetap menjadi perhatian khusus Alfredo Vera.

Peter Butler

Sementara itu, PSMS Medan saat ini resmi dilatih mantan Pelatih Persipura asal Inggris, Peter Butler. Butler menggantikan Djadjang Nurdjaman (Djanur) menyusul hasil buruk yang diraih PSMS hingga pekan ke-15 Liga 1.

"Iya resmi diberhentikan, tu hasil rapat pengurus. Secara lisan dan tertulis juga sudah disampaikan kepada Djanur terkait pemberhentiannya," kata Sekretaris PSMS Julius Raja di Medan, Jumat (13/7).

Kini, PSMS berada di juru kunci klasemen, bertengger di peringkat ke-18 atau dasar klasemen sementara Liga 1 Indonesia. Tim Ayam Kinantan ini mengemas 15 poin, hasil dari 15 laga. PSMS hanya menang lima kali dan 10 laga diraih dengan kekalahan. PSMS kebobolan 28 gol dan memasukkan 17 gol ke gawang lawan.

Butler, pelatih berkebangsaan Inggris sebagai pengganti Djanur, bukan sosok baru bagi sepak bola Indonesia. Butler pernah mengarsiteki Persipura Jayapura pada awal musim 2018.

Butler dinilai manajemen PSMS cukup tepat menjadi pelatih kepala menggantikan posisi yang ditinggalkan Djanur. Setelah resmi bergabung, dia meminta para pemain PSMS untuk disiplin dan berkerja keras.

Menurut Butler, disiplin dan kerja keras sangat dibutuhkan agar PSMS mampu bersaing dengan tim Liga 1 lainnya, agar bisa lepas dari zona degradasi. “Paling penting adalah disiplin dan mau bekerja keras," kata Peter Butler di Medan, Minggu (15/7).

Sehari setelah ditunjuk sebagai pelatih kepala, Butler langsung berkunjung ke mess Kebun Bunga. Dia menyaksikan para pemain PSMS melakukan latihan. Guna mengangkat prestasi PSMS, Butler berharap para pemain bekerja keras, terutama menghadapi putaran kedua Liga 1.

Butler mengaku, dirinya sudah lama tahu PSMS team yang besar. Namun, saat ini prestasi PSMS tak cukup bagus, berada di peringkat paling bawah klasemen.

Posisi itu, bagi Butler, menjadi tantangan tersendiri untuk mengangkat prestasi PSMS. "Tetapi untuk mendukung itu, saya minta agar pemain kerja keras. Kalau pemain mau bermain untuk saya, mereka harus kerja keras," pinta Peter Butler.

Selain mengikat Butler yang telah membubuhkan tanda tangan kontrak pada Minggu (15/7) malam, PSMS juga mengontrak mantan penggawa Persija Jakarta, Marko Kabiay. Debut perdana mereka akan terlihat saat PSMS berhadapan dengan Persebaya Surabaya. Kita lihat saja nanti. (yps)